Tak terasa hampir setahun aku pergi dari rumah…merantau ke negeri China:). Sungguh pengalaman yg berkesan bagiku selama setahun di China. Aku belajar “hidup” selama di sini (posisi masih di China)…belajar komunikasi, belajar sabar, belajar untuk “diam”, belajar mengelola uang, belajar menikmati hidup (kalo temen2 bilang: get a life:D), di samping tentunya belajar bahasa mandarin. Terima kasih ya Tuhan buat kesempatan setahun ini aku di sini, kalo istilahku “bonus” spesial yg Tuhan berikan padaku…aku bersyukur ya Bapa:)
Terakhir…ya hari ini terakhir di China, tepatnya malam terakhir di sini. Tadi pamanku bilang, “besok kamu uda tidur di Indonesia loh:)”…barulah kusadar, bener juga ya…malam terakhir. Berat bagiku untuk meninggalkan semua ini, momen yg pertama bagiku untuk hidup di luar negeri dan tinggal sendirian tanpa family…berjuang apapun sendiri, jadi bener2lah mengandalkan Tuhan saja untuk hidup:)
Malam terakhirku ini kuhabiskan di Hongkong, seminggu lebih aku transit dan mengunjungi keluarga pamanku yg tertua (kupanggil Kua Liu), aku pergi melihat kembang api di Tsim Tsa Tsui dalam rangka perayaan Imlek. Bener2 luar biasa meriah, bagus banget kembang apinya, secara baru kali pertama kulihat kebang api segede gitu:). Orang yg melihat banyak banget, sampai aku sendiripun ga bisa masuk ke daerah samping pantai (tempat penyalaan kembang api dari atas air, di atas beberapa kapal)…bener2 kayak lautan manusia. Pengalaman yg luar biasa…merayakan Imlek pertama kali di luar negeri dan menutup journey-ku:)
Habis itu, beralih kami (kami berempat pergi, aku tak sendirian…takut ilang..hehehe…) pergi nonton bioskop. naek subway lagi untuk ke sana, tp aku melihat pemandangan yg luar biasa. Pengaturan lalu lintas di dalam subway dengan dijaga polisi2 yg bekerja profesional, lancar tanpa macet… Keren banget padahal jumlah orang yg ada ribuan (semua pada ke subway sehabis nonton kembang api). Sambil makan2 sedikit snack dan minum pocari, mulai menonton film yg berjudul “Marlyn & Me”.
Film “Marlyn & Me” menurutku bagus banget dan menyentuh. Inti ceritanya sih ttg seekor anjing (Marlyn) dari kecil dalam sebuah keluarga yg baru merit, sampai anjing itu dewasa dan meninggal di umurnya yg tua, dan semua anggota keluarga (suami-istri dan 3 anak) sayang ke anjing itu:). Aku berkesan sekali ttg arti hubungan intim dan saling mengerti dalam film ini, jg bagaimana tahap2 sebuah keluarga dari merit sampai punya anak dan merawatnya sampai besar. Ending cerita ini “dalam” banget dan disajikan dalam suasana yg mengharukan… Ketika film itu menjelang detik2 terakhir, aku langsung teringat ttg journey-ku selama setahun ini…kayak flashback kilat…
Aku terharu dan tak kuat menahan air mata… Akupun berdoa dalam hati, mengucap syukur buat segala perkara yg uda Tuhan kerjakan…bonus2 yg luar biasa Tuhan berikan…amazing banget…kasih karunia banget bagiku… Terima kasih ya Tuhan:).
Besok aku sore terbang ke Indonesia, aku membawa “keyakinanku akan penyertaan Tuhan” sebagai dasar untuk aku memulai tahapan hidup selanjutnya (next level kerennya:D). Aku percaya seperti Tuhan menyertai aku selama di China (dari awal yg ga mau pergi, akhirnya hidup setahun di China, sampai pulang kembali), begitu juga penyertaan Tuhan dalam next step-ku:)
Dalam nama Yesus, aku menutup China Journey dengan pengucapan syukur:)…Terima kasih Bapa…Terima kasih Tuhan Yesus…Terima kasih Roh Kudus…Amen…:)
God is Good All the Time